Loading

Sabtu, 03 September 2011

Semester 1, Penjualan Listrik PLN Meningkat

Pada semester 1 tahun 2011, PLN berhasil mencatatkan peningkatan penjualan listrik sebesar 14,8 % dibandingkan semester 1 tahun 2010. Dalam enam bulan pertama tahun ini, penjualan listrik mencapai 76.867,53 (Giga Watt hour) GWh dengan pendapatan penjualan sebesar Rp. 56,9 triliun sedangkan pada semester 1  tahun 2010 pendapatan penjualan tenaga listrik tercatat sebesar Rp. 49,5 triliun. Meningkatnya penjualan tenaga listrik ini dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah pelanggan yang selama semester 1 tahun 2011 bertambah 1.608.712 pelanggan hingga total jumlah pelanggan per 30 Juni 2011 sebesar 43,3 juta. Di sisi lain, meningkatknya penjualan tenaga listrik juga bisa menjadi salah satu  indikasi semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi.

Meningkatnya penjualan tenaga listrik berdampak pada meningkatnya pendapatan usaha PLN yang di semester 1 tahun ini tercatat sebesar Rp. 98,5 triliun, meningkat 26,4 % jika dibandingkan semester 1 tahun 2010 yang sebesar Rp. 78,03 triliun. Meski demikian meningkatnya pendapatan usaha ini, tidak dJAKAidominasi oleh meningkatnya penjualan tenaga listrik tetapi karena meningkatnya subsidi listrik Pemerintah. Hingga pertengahan tahun ini, tercatat nilai subsidi pemerintah sebesar Rp. 40.8 triliun, meningkat sebesar 26,3 % dibandingkan semester yang sama tahun lalu yang sebesar Rp. 27,8 triliun.

Sementara itu, biaya bahan bakar dan pelumas yang digunakan untuk memproduksi listrik pada enam bulan pertama 2011 tercatat sebesar Rp. 58,03 triliun, meningkat sebesar 39,9 % jika dibandingkan dengan semester yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp. 41,47 triliun. Meningkatnya biaya bahan bakar ini, merupakan konsekuensi dari meningkatnya produksi tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian.

Secara konsolidasi pada semester 1 tahun 2011 total nilai aset PLN meningkat sebesar 11,1 % dibandingkan aset yang tercatat hingga akhir Desember 2010. Hingga Juni 2011, PLN mencatatkan nilai aset sebesar Rp. 410,4 triliun, sementara pada akhir Desember 2010 tercatat sebesar Rp. 369,5 triliun. Dari total nilai aset tersebut, nilai aset tidak lancar sebesar Rp. 331,9 triliun dan aset lancar sebesar Rp. 78,5 triliun.

Selain ditandai dengan peningkatan penjualan tenaga listrik dan pendapatan usaha, pada semester 1 tahun ini, PLN dapat membukukan laba bersih pada periode berjalan sebesar Rp 9,4 triliun, meningkat sebesar 16,2% dibandingkan semester 1 tahun 2010 yang membukukan laba bersih Rp. 8,1 triliun. Perusahaan  juga membukukan  EBITDA MARGIN pada periode berjalan sebesar 16,2%. Tercatatnya laba ini, lebih dipengaruhi oleh meningkatnya subsidi listrik yang memberikan kontribusi sangat signifikan pada pendapatan usaha, margin subsidi sebesar 8%  serta keuntungan bersih dari kurs mata uang asing.  Pada semester pertama tahun ini, PLN mencatatkan keuntungan kurs mata uang asing sebesar Rp. 3,4 trilun.  Diharapkan dengan kinerja keuangan yang positif, pada tahun 2011 ini PLN semakin mampu memperlihatkan kinerja korporasi yang semakin baik dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi operasi maupun kinerja keuangannya. (KO/pln.co.id)

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...